Rabu, 01 September 2010

Makalah Ilmu Kalam


MAKALAH ILMU KALAM
BAB I
PENDAHULUAN

Batasan tentang ilmu kalam meliputi pengertian ilmu kalam, filsafat dan tasawuf. Ilmu kalam sendiri membahas tentang segi-segi mengenai Tuhan dan berbagai definisinya. Karena itu ia sering diterjemahkan sebagai Teologis. Sekalipun sebenarnya tidak seluruhnya sama dengan pengertian teologis dalam agama kristen, misalnya (dalam pengertian teologia
dalam agama kristen ilmu fiqh akan termasuk teologia). Karena itu sebagian kalangan ahli yang mnghendaki pengertian yang lebih persis akan menerjemahkan ilmu kalam sebagai teologia dialektis atau teologia rasional dan mereka melihatnya sebagai sumber pokok.
Tasawuf sendiri sebagai suatu ilmu yang mempelajari cara dan bagaimana seorang muslim berada dekat, sedekat mungkin dengan Allah. Tasawuf terbagi dua yaitu tasawuf amali dan tasawuf falsafi. Dari pengelompokkan tersebut tergambar adanya unsur-unsur kefilsafatan dalam ajaran tasawuf, seperti penggunaan logika dalam menjelaskan maqamat (al-fana, al-baqa, ittihad, hulul, wahdat al-wujud).
Setelah pada abad ke-6 hijriah terjadi pencampuran antara filsafat dengan ilmu kalam, sehingga ilmu kalam menelan filssafat secara mentah-mentah dan dituangkan dalam berbagai bukti dengan nama tauhid. Yaitu pembahasan problema ilmu kalam dengan menekankan penggunaan sematic (logika) Aristoteles sebagai metode, sama dengan metode yang ditempuh para filosof. Kendatipun ilmu kalam tetap menjadikan nash-nash agama sebagai sumber pokok, tetapi dalam kenyataannya penggunaan dalil diindahkan secara nyata.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ilmu Kalam
Syech Muhammad Abdul mengatakan bahwa asal makna tauhid adalah mengittikadkan bahwa Allah adlah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ilmu tauhid juga disebut ilmu kalam, dimana tauhid ialah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat-sifat yang wajib dan sifat-sifat yang jaiz disifatkan kepada-Nya dan tentang sifat-sifat yang sama sekali wajib ditiadakan dari padanya. Karena ilmu kalam mengarahkan pembahasannya kepada segi-segi mengenai Tuhan dan berbagai darivasinya, karena itu ia sering disebut ilmu kalam atau ilmu tauhid.

A. Pengertian Filsafat
Poedjawijatna mengatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata Arab yang berhubungan rapat dengan kata Yunani. Kata Yunaninya adalah philosophia. Dalam philosohia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia, philo artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin selalu berusaha mencapai yang diinginkan. Sophia artinya kebijaksanaan yang artinya pandai. Jadi filsafat dipandang sebagai ilmupengetahuan karena filsafat dapat menjawab apa yang ada berdasarkan pemikiran yang ada.

B. Pengertian Tasawuf
Tasawuf diambil dari pencatatan Shafa artinya suci bersih, ibarat kilat kaca. Shuf artinya bulu binatang (bulu domba). Shuffah artinya golngan sahabat nabi yang menyisihkan diri disamping masjid. Shufanah artinya sebangsa kaya mersik tumbuh di padang pasir Arab,. Yang dimaksud dengan kaum tasawuf atau kaum sufi itu ialah kaum yang telah menyisihkan diri di samping masjid. Shufanah artinya sebangsa saja mersik tumbuh di padang pasir Arab. Yang dimaksud dengan kaum sufi itu ialaj kaum yang telah menyisihkan diri dari orang banyak, dengan maksud memberishkan hati, laksana kilat kaca terhadap Tuhan atau memakai pakaian yang sederhana, jangan menyerupai pakaian orang dunia, biar hidup kelihatan kurus kering bagai kayu di padang pasir atau memperdalam penyeledikikan tentang hubungan makhluk dengna sang Khalik. Tasawuf adalah salah satu filsafat Islam yang maksudnya bermula ialah zuhud dari duni fana.

C. Hubungan Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf
Telah dijelaskan di atas bahwa ilmu kalam atau ilmu tauhid itu ialah ilmu yang membahas tentang wujud Allah. Karena filsafat berdasarkan pemikiran maka pada masa pemerintahan khlalifah Al-Ma’mun, mereka mempertemukan system filsafat dengan syste ilmu kalam dan menjadikan ilmu yang berdiri sendiri diantara ilmu-ilmu yang ada.
Adakalanya karena penyesuaian mereka dengan ahli-ahli filsafffat di dalam memberi nama ilmu mantiq (ilmu Logika) diantara ilmu-ilmu mereka sedangkan mantiq dan kalam adalah sinonim.
Ketika ilmu tauhid dinamakan ilmu kalam penanaman ilmu tauhid dengan ilmu kalam sebenarnya dimaksudkan untuk membedakan antara mutakallimin dan filsafat.mutakallimin dan filsafat islam mempertahankan atau memperkuat keyakinan mereka sama-sama menggunakan metode filsafat, tetapi mereka berbeda landasan awal berpijak. Mutakallimin lebih dahulu bertolak dari Al-Qur’an dan Hadits, sementara filsafat berpijak pada logika. Meskipun demikian tujuan yang ingin mereka capai adalah satu yakni keesaan dan ke Maha Kuasaan Allah SWT,. Dengan kata lain mereka berbeda jalan untuk mencapai tujuan yang sama.
Selanjutnya penjelasan tentang tasawuf sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa tasawuf adalah mensucikan diri dari dunia fana. Dengan tujuan untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga sadar benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan. An intisari dari sufisme itu adalah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan dengan cara mengasingkan diri dan berkontemplasi. Kesadaran beada dekat dengan Tuhan itu dapat mengambil bentuk ijtihad atau meyatu dengan Tuhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar